PRSG
Serpong

Beam Tube S1

Harga

Rp. 7.000 / per sampel/ mega watt /jam

Waktu Pelayanan: - / hari kerja

shopping_basket


Daftar Pesanan
Layanan Harga Jml Total #

Reaktor RSG-GAS memiliki 6 tabung berkas neutron yang terpasang secara radial dari teras reaktor menuju pinggiran tangki reaktor seperti diberikan pada gambar. Tabung berkas neutron akan menyalurkan paparan radiasi neutron dari teras menuju ke peralatan eksperimen yang terhubung pada ujung-ujung tabung berkas tersebut. Tabung berkas di RSG-GAS diberi nama S1 sampai dengan S6. Tabung berkas S1 digunakan untuk produksi isotop Iodine-125, tabung berkas S2 digunakan untuk pembuatan image radiografi, tabung berkas S3 belum dimanfaatkan, tabung berkas S4 digunakan untuk eksperimen berbasis spektrometer neutron, tabung berkas S5 digunakan untuk eksperimen berbasis difraktometer neutron dan tabung berkas S6 (tabung berkas tangensial) dilengkapi dengan defraktometer powder, digunakan untuk eksperimen berbasis difraktometer  neutron sudut sempit.


Fasilitas produksi Iodine-125 di Tabung Berkas Neutron S1 dirancang untuk mengiradiasi 110 ml gas TC -124 yang diperkaya 40 persen selama satu hari dalam kamar iradiasi tabung berkas S-1. Gas kemudian ditarik dari kamar iradiasi dengan kondensasi ke dalam tabung tekan berperisai 11 ml dalam glove box yang diletakkan diluar tabung berkas neutron. Gas kemudian diluruhkan selama 3 hari pada suhu kamar. Produk turunan I-125 akan melekat pada dinding dalam silinder luruh. Diperkirakan bahwa siklus iradiasi dan peluruhan akan menghasilkan 3,814 Ci I-125. Saat perioda peluruhan selama 3 hari selesai, gas akan dikirim kembali ke kamar iradiasi atau ke silinder lain yang diletakkan dalam glove box, dan selanjutnya akan dikirim ke glove box fasilitas produksi radioisotop untuk proses lebih lanjut. Direncanakan untuk membilas I-125 dari silinder peluruhan dengan larutan NaOH sedemikian hingga konsentrasi dalam larutan cukup tinggi untuk produk P-1 dan P-2 (> 400 mCi/ml).

Bagi perusahaan pengguna layanan jasa iradiasi neutron terlebih dahulu harus mempunyai izin pengelolaan bahan radioaktif dari BAPETEN. Untuk target fisil harus disertai dengan sertifikat Hasil Uji Kapsul Target. Limbah yang dihasilkan dari pemanfaatan sumber radioaktif di PRSG menjadi tanggung jawab pengguna.

Bahan yang akan diiradiasi di RSG-GAS harus dilakukan analisis keselamatan terhadap teras reaktor. Analisa diberikan dalam bentuk dokumen Laporan Analisis Keselamatan (LAK) target yang harus mendapat review dari Panitia Keselamatan Reaktor Serba Guna
(PKRSG) dan mendapat persetujuan dari BAPETEN sebelum digunakan.

Analisis keselamatan yang dilakukan meliputi:  

  1. dentifikasi dan pemilihan potensi bahaya; 
  2. evaluasi dampak radiologi dan/atau nonradiologi ; 
  3. analisis dampak yang timbul pasca utilisasi pada struktur, 

sistem dan komponen yang tidak diutilisasi; 

  1. upaya untuk mengatasi potensi bahaya akibat utilisasi; dan 
  2. upaya untuk memitigasi dampak radiologi dan nonradiologi. 

Analisis keselamatan yang dilakukan harus mempertimbangkan:  

  1. kegagalan komponen teras; 
  2. kegagalan sistem pendingin; 
  3. kegagalan penyungkup; 
  4. kegagalan sistem catu daya listrik; 
  5. kegagalan sistem instrumentasi; 
  6. kegagalan komponen lainnya; dan 
  7. kesalahan manusia pada saat pelaksanaan utilisasi.  

 Bahan yang tidak diijinkan untuk eksperimen di RSG-GAS 

  1. Bahan eksplosif;
  2. Bahan korosif;
  3. Bahan beracun; 
  4. Gas H2; dan
  5. Asam kuat.  
Dasar_hukum_Iradiasi_neutron.pdf

Dasar Hukum Iradiasi Neutron

  1. Teras Reaktor G.A. Siwabessy
  2. Tabung Berkas Neutron
Kawkab Mustofa

Produk Lainnya

PRSG
Serpong
> 0,5 - 1 jam
Rp. 75.000
PRSG
Serpong
0 - 0,5 jam
Rp. 50.000
PRSG
Serpong
> 1 - 2 jam
Rp. 100.000